Telepon
Penulis: Muhammad Rizaldi
Kategori: Cerbung
...
Krrriiinggg ...
"Halo?"
"Halo, selamat pagi. Apa kabarmu?"
"Aku baik, siapa kau?"
"Siapa aku? Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kau tahu hanyalah ... betapa cantiknya dirimu. Aku tidak berbohong."
"Apa maksudmu?"
"Kau tidak mengerti? Baiklah, akan kuperjelas. Kau adalah gadis tercantik yang pernah kulihat, tidak ada gadis lain yang secantik dirimu. Kau mungkin berpikir aku berbohong, tapi ketahuilah bahwa aku tidak pernah berbohong terhadap setiap kata yang kuucapkan pada seorang gadis."
"Siapa kau sebenarnya? Apa aku mengenalmu?"
"Apa kau mengenalku? Tentu saja. Kau sangat mengenalku, kita bertemu setiap hari. Namun sayangnya, kau terlalu sibuk untuk menyadari kehadiranku di sisimu. Tidak apa-apa, aku mengerti. Aku tidak marah padamu."
"Kau gila!"
Tuuuuuuuutt ...
—To be continued—
Segitu aja dulu, ya?
Sisanya alias BAB 1 dan seterusnya akan saya update setiap hari Selasa. Sengaja prolognya dibikin pendek biar kalian penasaran wkwk.
Kategori: Cerbung
...
Krrriiinggg ...
"Halo?"
"Halo, selamat pagi. Apa kabarmu?"
"Aku baik, siapa kau?"
"Siapa aku? Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kau tahu hanyalah ... betapa cantiknya dirimu. Aku tidak berbohong."
"Apa maksudmu?"
"Kau tidak mengerti? Baiklah, akan kuperjelas. Kau adalah gadis tercantik yang pernah kulihat, tidak ada gadis lain yang secantik dirimu. Kau mungkin berpikir aku berbohong, tapi ketahuilah bahwa aku tidak pernah berbohong terhadap setiap kata yang kuucapkan pada seorang gadis."
"Siapa kau sebenarnya? Apa aku mengenalmu?"
"Apa kau mengenalku? Tentu saja. Kau sangat mengenalku, kita bertemu setiap hari. Namun sayangnya, kau terlalu sibuk untuk menyadari kehadiranku di sisimu. Tidak apa-apa, aku mengerti. Aku tidak marah padamu."
"Kau gila!"
Tuuuuuuuutt ...
—To be continued—
Segitu aja dulu, ya?
Sisanya alias BAB 1 dan seterusnya akan saya update setiap hari Selasa. Sengaja prolognya dibikin pendek biar kalian penasaran wkwk.
Comments
Post a Comment