Posts

Showing posts with the label Novel

Telepon

Penulis: Muhammad Rizaldi  Kategori: Cerbung BAB 3 ... Hari yang mendebarkan sekaligus ditunggu-tunggu pun tiba. Rasanya seperti akan bertemu dengan kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan, Valerie berangkat pagi sekali hanya karena teringat bahwa hari ini si peneror itu akan menunjukkan wujud aslinya di depan wajahnya dan membuatnya harus bergegas dalam menghabiskan sarapannya. Valerie terlihat sangat bersemangat pagi ini dan Anna merasa lega karena sahabatnya itu akhirnya sudah tidak bersedih lagi. "Apa?!" Anna tampak terkejut saat Valerie menceritakan percakapannya semalam dengan si peneror itu. "kau serius?" Valerie mengangguk antusias. "Ya, dia yang menawakan rencana itu padaku. Itu membuatku sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu jam pulang sekolah tiba." Anna mengernyitkan alisnya setelah mendengar respons Valerie, tapi kemudian berubah menjadi senyuman mencurigakan. "Kenapa kau jadi begitu bersemangat seperti itu?...

Telepon

Penulis: Muhammad Rizaldi Kategori: Cerbung BAB 2 ... "Kau tidak perlu menanyakannya lagi." ... "Aku tahu kau mengenalku." ... "Sayangnya ... bukan." ... "Apa kau yakin ingin tahu siapa aku?" ... "Bukan, aku bukan penjahat. Aku tidak akan menyakitimu sama sekali." ... "Aku ... aku hanya ingin mendengar suaramu." ... "Aku rasa aku tidak perlu mengatakan siapa aku sebenarnya karena kau mengenalku. Kita pernah bertemu." ... "Aaarrrgggggh ...!" Valerie terbangun dari tidurnya karena mengalami mimpi buruk yang terburuk dari yang pernah dia alami sebelumnya. Mimpi buruk ini jauh lebih buruk dari turunnya semua nilainya selama satu semester walaupun dia harap itu tidak akan pernah terjadi. Dia mengusap wajahnya untuk menghilangkan bayang-bayang mimpi yang tadi dia alami dari pikirannya kemudian mengatur napasnya kembali yang memburu dengan jantung yang berdegup kencang. ...

Telepon

Penulis: Muhammad Rizaldi Kategori: Cerbung BAB 1 ... "Pagi, Mah, Pah," sapa Valerie pada kedua orangtuanya seraya mengambil sebuah roti kemudian melapisinya dengan selai kecang kesukaannya. "Pagi, Nak," sahut Papah. Mamah yang menangkap sesuatu yang berbeda dari Valerie tampak terheran-heran. "Kenapa terburu-buru, Nak? Ayo sarapan dulu." "Tidak, Mah. Val sudah terlambat. Yasudah, Val berangkat dulu, ya?" Valerie menggigit roti yang sudah dia lapisi dengan selai kacang tadi kemudian menyalami Papah dan Mamahnya dengan terburu-buru. "Jangan lupa makan, Nak." Mamah memperingatkan. "Iya, Mah!" balas Valerie seraya berlari ke luar dengan terburu-buru. Valerie Anastasia adalah putri tunggal dari pasangan Martin Wisasena dan Martha Nathalia yang masing-masing dari mereka bekerja sebagai CEO atas perusahaan yang mereka dirikan dengan usaha mereka sendiri. Ya ... bisa dikatakan bahwa dia adalah anak dari pasangan s...

Telepon

Penulis: Muhammad Rizaldi  Kategori: Cerbung ... Krrriiinggg ... "Halo?" "Halo, selamat pagi. Apa kabarmu?" "Aku baik, siapa kau?" "Siapa aku? Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kau tahu hanyalah ... betapa cantiknya dirimu. Aku tidak berbohong." "Apa maksudmu?" "Kau tidak mengerti? Baiklah, akan kuperjelas. Kau adalah gadis tercantik yang pernah kulihat, tidak ada gadis lain yang secantik dirimu. Kau mungkin berpikir aku berbohong, tapi ketahuilah bahwa aku tidak pernah berbohong terhadap setiap kata yang kuucapkan pada seorang gadis." "Siapa kau sebenarnya? Apa aku mengenalmu?" "Apa kau mengenalku? Tentu saja. Kau sangat mengenalku, kita bertemu setiap hari. Namun sayangnya, kau terlalu sibuk untuk menyadari kehadiranku di sisimu. Tidak apa-apa, aku mengerti. Aku tidak marah padamu." "Kau gila!" Tuuuuuuuutt ... —To be continued— Segitu aja dulu, ya? ...